KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat
Alloh SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan laporan observasi tentang masalah-masalah belajar
siswa di SDN 2 Maleber. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi
salah satu tugas matakuliah Psikologi
Belajar.
Saya menyadari bahwa laporan ini tidak mungkin
terselesaikan tanpa dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Berkat dorongan
dan bimbingan tersebut, semua rintangan dan hambatan tersebut dapat saya atasi. Pada
kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada
1.
Bapak Sudrajat,S.Pd. selaku kepala sekolah di SD Negeri 2 Maleber yang telah
memberikan saya izin untuk melakukan observasi.
2.
Ibu Hj.Enung
Rohani,S.P.d. selaku walikelas dari kelas VI yang telah membantu dan memberi
arahan kepada saya selama proses observasi berlangsung.
3.
Ibu
Dr.Hj.Imas Kania Rahman,,M.Pd.I selaku dosen mata kuliah Psikologi belajar yang
telah membimbing dalam penyusunan laporan.
4.
Siswa dan Siswi SDN 2
Maleber khususnya siswa dan siswi kelas
VI dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi.
Dengan segala kerendahan
hati saya mengakui
laporan ini
masih jauh dari sempurna, karena pengetahuan, kemampuan dan pengalaman saya yang masih sangat
terbatas. Oleh karena itu, apabila ada saran dan kritik dari semua pihak akan saya terima dengan tangan
terbuka untuk perbaikan laporan ini di masa
mendatang. Walaupun demikian, saya berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi saya khususnya serta bagi pembaca pada umumnya.
Ciamis, Januari 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................ 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sekolah Dasar Negeri 2 Maleber............................................. 2
B. Keadaan Guru......................................................................... 2
C. Kelas yang di Observasi.......................................................... 3
D. Hasil Observasi di kelas IV.......................................................3
E.
Tanggapan Terhadap Usaha Guru
Untuk Mengatasi
Masalah
belajar........................................................................ 4
BAB III PENUTUP
A. Simpulan.................................................................................. 6
LLAMPIRAN ....................................................................................................... 7
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam
interaksi belajar mengajar ditemukan bahwa proses belajar yang dilakukan oleh
siswa merupakan kuni keberhasilan belajar.Proses belajar merupakan aktivitas
psikis berkenaan dengan bahan belajar.
Aktifitas
belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar.Kadang-kadang
lanar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang cepat menangkap apa yang dipelajari,
kadang-kadang tertasa amat sulit.Dalam hal semangat terkadang amat tinggi,
tetapi terkadang juga sulitmengadakan kosentrasi.Keadaan murid tidak dapat
belajar sebagaimana mestinya disebut “kesulitan belajar”.
Masalah
adalah ketidak sesuaian antara harapan dengan kenyataan, ada yang melihat
sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang.
Belajar
adalah proses perubahan pengetahuan atau prilaku sebagai hasil dari pengalaman.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang
dialami oleh murid dan penghambat kelancaran proses belajar yang dilakukan
individu untuk memproleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan.Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu
berupa kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dan dapat juga berkenaan dengan
lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.
Kesulitan
belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan
dalam belajar tidak dapat dikenali dalam
wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sekolah
Dasar Negeri 2 Maleber
Sekolah Dasar
Negeri ( SDN ) 2 Maleber ini betrada do Lingkungan Karangsari, Desa Maleber,
kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Letaknya sangat berdekatan dengan Sekolah
Menengah Atas ( SMA ) Swasta Informatika.
Sekolah Dasar
Negeri 2 Maleber ini memiliki luas tanah 2860 m². Sekolah yang letaknya persis dipinggir jalan raya itu sudah
memiliki bangunan yang permanen dengan bangunan dan ruangan yang baik, ditambah
dengan adanya banguna Mushola dan ruang pepustakaan yang cukup memadai.
Fasilita belajarnya puncukup menunjang, hal ini terlihat dengan adanya
fasilitas Olahraga dan fasilitas kesenian.
B.
Keadaan
Guru
Berdasarkan
tahun ajaran 2012 – 2013 bahwa personil tenaga pengajar Sekolah Dasar Negeri (
SDN ) 2 Maleber berjumlah 10 Orang dan 1 orang kepala sekolah.Terdiri atas
seorang kepala sekolah, enam orang guru kelas, satu orang guru mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam ( PAI ), satu orang guru pendidikan olahraga dan
kesehatan, satu orang guru Bahasa Inggris dan Bahasa Sunda, dan satu orang penjaga
sekolah.
Adapun susunan
tenaga pengajarv Sekolah Dasar Negeri 2 Maleber,diantaranya sebagai berikut :
1. Sudrajat,
S.Pd. ( Kepala Sekolah )
2. Nena
Nurmaya,S.Pd. ( Wali Kelas I )
3. Nani
Suryani, S.Pd. ( Wali Kelas II )
4. Hj.
Titi Sumiati, S.Pd. ( Wali Kelas III )
5. Hj.
Enung Rohani, S.Pd. ( Wali Kelas IV )
6. Wati
Herawati, S.Pd. ( Wali Kelas V )
7. Nandang
Ratmana, S.Pd. ( Wali Kelas VI )
8. Gina,S.Pd.
( Guru mata Pelajaran B.Inggris dan
B.Sunda )
9. Endang
Sujani, S.Pd. ( Guru mata pelajaran Olahraga )
10. Erah
Kodariah, S.Pd. ( Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam )
11. Dasikin
( Penjaga Sekolah )
C.
Kelas
yang Di Observasi
Siswa kelas IV
di sekolah dasar negeri 2 Maleber berdasarkan tahun ajaran 2013 – 2013 yaitu
berjumlah 19 orang siswa,y yang terdiri atas 10 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswa perempuan. Namun dipertengahan
semester ganjil ada seorang siswa yang meninggal dunia, sehingga jumlah
siswanya pun menjadi berkurang, yaitu 18 orang siswa.Usia siswa rata-rata 9 –
10 tahun. Siswa kelas IV bersifgat Heterogen. Dilihat dari tingkat sosial
ekonomi, orang tua sisiwa kelas IV rata-rata berasal dari keluarga tingkat
ekonomi menengah kebawah, yang bertasal dari berbagai propesi dan mata
penaharian seperti pedagang, PNS, Petani, Wiraswasta, dan Buruh.
Persentasi Jenis Kelamin Siswa
Kelas IV
SDN 2 Maleber Kecamatan
Ciamis,Kabupaten Ciamis
Tahun Ajaran 2012 – 2013
|
NO
|
Jenis
Kelamin
|
Jumlah
|
Persentasi
|
|
1
|
Laki – laki
|
9
|
50%
|
|
2
|
Perempuan
|
9
|
50%
|
|
|
Jumlah
|
18
|
100%
|
Sumber
: SDN 2 Maleber bulan Desember 2012
Jadi
persentasi kelas IV Sekolah Dasar Negerti 2 Maleber adalah 50% siswa laki –
laki dan 50% siswa perempuan.
D.
Hasil
Observasi di Kelas IV
Dalam penelitian
ini saya dibantu oleh seorang observer yang bernama Ibu Hj. Enung Rohani, S.Pd.
, beliau adalah lulusan strata 1 ( S1 ).
Ibu Hj. Enung
Rohani,S.Pd. selaku guru kelas IV di SDN 2 Maleber mengutarakan banyak
permasalahan yang timbul di kelasnya itu, diantaranya ada anak yang suka bikin
gaduh di kelas ( Hiperaktif ), takut bertanya ( tidak prcaya diri ), tingkat
pemahaman siswa lemah, dan adapula yang suka menunda-nunda tugas.
Salah satu siswa
yang bermasalah di kelas IV tersebut bernama (…).Dia berusia 9 tahun.Anak tersebut
memiliki masalah belajar pada saat proses pembelajaran dia kurang memahami
apayang disampaikan atau diajarkan oleh guru dan dalam membaca materi pelajaran
yang diberikan oleh guru. Selain itu juga dia sering menunda-nunda tugas ( PR )
yang diberikan guru.Sehingga dia selalu mendapat peringkat ( rangking )
terakhir di kelasnya.Ibu Hj.Enung Rohani S.Pd. menyebutkan kemungkinan hal
tersebut sdisebabkan karena faktor lingkungan keluarga dan faktor umur.
Anak tersebut
jika dianalisis dalam kasus masalah-masalah belajar maka termasuk kedalam
masalah belajar Burnout, disleksia, dan Prokastinasi.Burnout yaitu kejenuhan
belajar,bukan pada batas yang berulang-ulang,,permasalahgan tersebut disebabkan
adanya faktor mempelajari sesuatu belum waktunya,belumasanya( sekolah dibawah
dari 6 tahun).dan adanya tekanan dari orang tua. Disleksia yaitu gejala
psikologis yang mengkhawatirkan dalam membaca dan memahaminya,sedangkan
Prokastinasi yaitu seringnmya menunda-nunda tugas,hal tersebut disebabkan oleh
faktor cara pandang yang salah, dan hebitual ( kebiasaan ).
Ibu Hj.Enung
Rohani, S.Pd. selaku guru kelas menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil
untuk mengatasi permasalahan belajar tersebut, yaitu dengan cara mengubah atau
penataan kembali lingkungan belajar siswa yang meliputi pengubahanb posisi
duduk siswa dan sudah mencoba datang kepada orang tuanya, supaya memperhatikan
dan dibimbing belajar dirumah.Selain itu juga guru pernbak tidak akan menaikkan
kelas anak tersebut.Sampai saat ini belum ada upaya lain yang dilakukan guru
tersebut,saehingga kasus tersebut belum bisa terselesaikan.
E.
Tanggapan
Terhadap Usaha Yang Dilakukan Guru Untuk Mengatasi Permasalahan Belajar
Berdasarkan apa
yang telah disebutkan diatas,bahwa cara untuk mengatasi permasalahan belajar
tersebut belum tepat, karena apabila hanya dengan cara memindsah-mindah tempat
duduk, siswa belum tentu dapat memahami sepenuhnya apa yang disampaikan atau
diajarkan oleh gurunya tersebut.Apalagi kalau tidak dibarengi dengan
metode-metode yang lainnya. Dan belum tentu proses pembelajaran yang telah
dituju itu dapat berhasil dan terapai.
Tugas guru
seharusnya mampu mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar
siswa,sehingga pengajaran yang dilaksanakan oleh guru mampu membelajarkan siswa
secara fisik dan kejiwaan.Selain itu juga guru harus memperhatikan perkembangan
belajar pada setiap siswa. Tidak hanya siswa yang pintar saja yang diperhatikan
sementara siswa yang kurang pintar kurang adanya perhatian.
Cara yang harus
dilakukan oleh guru untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya :
1. Guru
seharusnya menggunakan pendekatan, metode, dean media pembelajaran yang
berpariasi sehingga tidak menimbukan kejenuhan dalam belajar.
2. Meniptakan
suasana belajar yang edukatif, kreasi dan kreatif.
3. Memberikan
motivasi baru agar siswa merasa terdorong untuk belajar lebih giat daripada
sebelumnya.
4. Mengubah
atau penataan tempat duduk siswa
5. Adanya
pembelajaran yang melibatkan siswa seara langsung ( praktek ).
Kemudian untuk
memahami materi yang telah diajarkan oleh guru, guru harus memberikan
kesempatan untuk siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.Apabila guru hanya
menerangkan materi dengan cara metode ceramah siswa akan merasa bosan dan
secara tidak langsung guru tidak kreatif dan aktif.Hal ini diambil untuk
mengatasi masalah belajar burnout ( kejenuhan belajar ).
Prokastinasi
adalah permasalahan yang sangat kompleks pada setiap siswa, karena hal tersebut
bisa dialami oleh setiap siswa.Masalah seperti ini perlu adanya penanganan
khusus dari guru, namun tidak juga mengabaikan siswa lainnya.
Kemudian cara
untuk mengatasi masalah belajar Prokastinasi,diantaranya:
1. Guru
harus membiasakan siswa untuk berpikir realistis dan tidak ambisius.
2. Terapkan
cara pemberian skor yang benar-benar objektif.
3. Lakukan
pengawasan yang ketat .
4. Buatkan
soal dengan perkembangan kematangan peserta didik.
5. Berikan
umpan balik atas pemberian tugas.
6. Bersikap
rasional dalam memberikan nilai.
7. Berlaku
objektif dan tgerbuka dalam pemberian nilai.
8. Adanya
kelompok belajar.
Mungkin dengan
cara yang telah disebutkan diatas
adalah salah satu altertnatif untuk mengatasi masalah-masalah belajar pada
siswa.Selain dengan cara diatas guru juga dapat memberi hukuman yang bersifat
mendidik kepada siswa yaitu dengan cara peserta didik disuruh maju kedepan satu
persatu dan kemudian diberikan pertanyaan untuk di jawab.
Seberapa besar
masalah belajar yang dimiliki oleh setiap siswa pasti akan ada cara untuk
menyelesaikannya.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Tingkat
intelektual dan kemampuan setiap siswa itu sangat berbeda-beda.Ada yang unggul
dalam bidang akademik dan adapula siswa yang unggul di bidang non akademik.Selain
itu pula ada siswa yang kuat hapalannya dan adapula yang yang lemah hapalannya.
Masalah
belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan penghambat
kelancaran proses belajar yang dilakukan individu untuk memproleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru secara keseluruhan.Kondisi tertentu itu dapat berkenaan
dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dan
dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.
Kesulitan
belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan
dalam belajar tidak dapat dikenali dalam
wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar.
Tugas
guru seharusnya mampu mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar
siswa,sehingga pengajaran yang dilaksanakan oleh guru mampu membelajarkan siswa
secara fisik dan kejiwaan.Selain itu juga guru harus memperhatikan perkembangan
belajar pada setiap siswa. Tidak hanya siswa yang pintar saja yang diperhatikan
sementara siswa yang kurang pintar kurang adanya perhatian.
LAMPIRAN
g

Gambar
1.1 Gerbang SDN 2 Maleber


Gambar
1.2 siswa kelas IV

Gambar
1.4 Tampak depan SDN 2 Maleber

Gambar
1.5 Lorong Sekolah

Gambar
1.6 Halaman depan SDN 2 Maleber

Gambar
1.7 Ruang Kelas


Gambar 1.8 Siswa kelas
IV Gambar
1.9 Lapangan Upacara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar