kursor

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Rabu, 01 Mei 2013

LAPORAN HASIL OBSERVASI



KATA PENGANTAR



 


Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Alloh SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan laporan observasi tentang masalah-masalah belajar siswa di SDN 2 Maleber. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Psikologi Belajar.
Saya  menyadari bahwa laporan ini tidak mungkin terselesaikan tanpa dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Berkat dorongan dan bimbingan tersebut, semua rintangan dan hambatan tersebut dapat saya atasi. Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada 
1.      Bapak Sudrajat,S.Pd. selaku kepala sekolah di SD Negeri 2 Maleber yang telah memberikan saya izin untuk melakukan observasi.
2.      Ibu Hj.Enung Rohani,S.P.d. selaku walikelas dari kelas VI yang telah membantu dan memberi arahan kepada saya  selama  proses observasi berlangsung.
3.      Ibu Dr.Hj.Imas Kania Rahman,,M.Pd.I selaku dosen mata kuliah Psikologi belajar yang telah membimbing dalam penyusunan laporan.
4.      Siswa dan Siswi SDN 2 Maleber  khususnya siswa dan siswi kelas VI dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi.
Dengan segala kerendahan hati saya mengakui laporan ini masih jauh dari sempurna, karena pengetahuan, kemampuan dan pengalaman saya yang masih sangat terbatas. Oleh karena itu, apabila ada saran dan kritik dari semua pihak akan saya terima dengan tangan terbuka untuk perbaikan  laporan ini di masa mendatang. Walaupun demikian, saya berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi saya khususnya serta bagi pembaca pada umumnya.


Ciamis,    Januari 2013


                                                        Penyusun





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI     ...................................................................................................... ii
BAB I                  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang........................................................................ 1
BAB II                PEMBAHASAN
A.    Sekolah Dasar Negeri 2 Maleber............................................. 2
B.     Keadaan Guru......................................................................... 2
C.     Kelas yang di Observasi.......................................................... 3
D.    Hasil Observasi di kelas IV.......................................................3
E.     Tanggapan Terhadap Usaha Guru Untuk Mengatasi
Masalah belajar........................................................................ 4
BAB III               PENUTUP
A.    Simpulan.................................................................................. 6
LLAMPIRAN          ....................................................................................................... 7

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dalam interaksi belajar mengajar ditemukan bahwa proses belajar yang dilakukan oleh siswa merupakan kuni keberhasilan belajar.Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar.
Aktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar.Kadang-kadang lanar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang tertasa amat sulit.Dalam hal semangat terkadang amat tinggi, tetapi terkadang juga sulitmengadakan kosentrasi.Keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya disebut “kesulitan belajar”.
Masalah adalah ketidak sesuaian antara harapan dengan kenyataan, ada yang melihat sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang.
Belajar adalah proses perubahan pengetahuan atau prilaku sebagai hasil dari pengalaman.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan penghambat kelancaran proses belajar yang dilakukan individu untuk memproleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.
Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak  dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak  mengalami masalah kesulitan belajar.

           

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Sekolah Dasar Negeri 2 Maleber
Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) 2 Maleber ini betrada do Lingkungan Karangsari, Desa Maleber, kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Letaknya sangat berdekatan dengan Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Swasta Informatika.
Sekolah Dasar Negeri 2 Maleber ini memiliki luas tanah 2860 m². Sekolah yang letaknya persis dipinggir jalan raya itu sudah memiliki bangunan yang permanen dengan bangunan dan ruangan yang baik, ditambah dengan adanya banguna Mushola dan ruang pepustakaan yang cukup memadai.
Fasilita belajarnya puncukup menunjang, hal ini terlihat dengan adanya fasilitas Olahraga dan fasilitas kesenian.

B.       Keadaan Guru
Berdasarkan tahun ajaran 2012 – 2013 bahwa personil tenaga pengajar Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) 2 Maleber berjumlah 10 Orang dan 1 orang kepala sekolah.Terdiri atas seorang kepala sekolah, enam orang guru kelas, satu orang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ), satu orang guru pendidikan olahraga dan kesehatan, satu orang guru Bahasa Inggris dan Bahasa Sunda, dan satu orang penjaga sekolah.
Adapun susunan tenaga pengajarv Sekolah Dasar Negeri 2 Maleber,diantaranya sebagai berikut :
1.      Sudrajat, S.Pd. ( Kepala Sekolah )
2.      Nena Nurmaya,S.Pd. ( Wali Kelas I )
3.      Nani Suryani, S.Pd. ( Wali Kelas II )
4.      Hj. Titi Sumiati, S.Pd. ( Wali Kelas III )
5.      Hj. Enung Rohani, S.Pd. ( Wali Kelas IV )
6.      Wati Herawati, S.Pd. ( Wali Kelas V )
7.      Nandang Ratmana, S.Pd. ( Wali Kelas VI )
8.      Gina,S.Pd. ( Guru mata Pelajaran  B.Inggris dan B.Sunda )
9.      Endang Sujani, S.Pd. ( Guru mata pelajaran Olahraga )
10.  Erah Kodariah, S.Pd. ( Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam )
11.  Dasikin ( Penjaga Sekolah )

C.      Kelas yang Di Observasi
Siswa kelas IV di sekolah dasar negeri 2 Maleber berdasarkan tahun ajaran 2013 – 2013 yaitu berjumlah 19 orang siswa,y yang terdiri atas 10 orang siswa laki-laki dan   9 orang siswa perempuan. Namun dipertengahan semester ganjil ada seorang siswa yang meninggal dunia, sehingga jumlah siswanya pun menjadi berkurang, yaitu 18 orang siswa.Usia siswa rata-rata 9 – 10 tahun. Siswa kelas IV bersifgat Heterogen. Dilihat dari tingkat sosial ekonomi, orang tua sisiwa kelas IV rata-rata berasal dari keluarga tingkat ekonomi menengah kebawah, yang bertasal dari berbagai propesi dan mata penaharian seperti pedagang, PNS, Petani, Wiraswasta, dan Buruh.
Persentasi Jenis Kelamin Siswa Kelas IV
SDN 2 Maleber Kecamatan Ciamis,Kabupaten Ciamis
Tahun Ajaran 2012 – 2013
NO
Jenis Kelamin
Jumlah
Persentasi
1
Laki – laki
9
50%
2
Perempuan
9
50%

Jumlah
18
100%
Sumber : SDN 2 Maleber bulan Desember 2012
Jadi persentasi kelas IV Sekolah Dasar Negerti 2 Maleber adalah 50% siswa laki – laki dan 50% siswa perempuan.
D.      Hasil Observasi di Kelas IV
Dalam penelitian ini saya dibantu oleh seorang observer yang bernama Ibu Hj. Enung Rohani, S.Pd. , beliau adalah lulusan strata 1 ( S1 ).
Ibu Hj. Enung Rohani,S.Pd. selaku guru kelas IV di SDN 2 Maleber mengutarakan banyak permasalahan yang timbul di kelasnya itu, diantaranya ada anak yang suka bikin gaduh di kelas ( Hiperaktif ), takut bertanya ( tidak prcaya diri ), tingkat pemahaman siswa lemah, dan adapula yang suka menunda-nunda tugas.
Salah satu siswa yang bermasalah di kelas IV tersebut bernama (…).Dia berusia 9 tahun.Anak tersebut memiliki masalah belajar pada saat proses pembelajaran dia kurang memahami apayang disampaikan atau diajarkan oleh guru dan dalam membaca materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Selain itu juga dia sering menunda-nunda tugas ( PR ) yang diberikan guru.Sehingga dia selalu mendapat peringkat ( rangking ) terakhir di kelasnya.Ibu Hj.Enung Rohani S.Pd. menyebutkan kemungkinan hal tersebut sdisebabkan karena faktor lingkungan keluarga dan faktor umur.
Anak tersebut jika dianalisis dalam kasus masalah-masalah belajar maka termasuk kedalam masalah belajar Burnout, disleksia, dan Prokastinasi.Burnout yaitu kejenuhan belajar,bukan pada batas yang berulang-ulang,,permasalahgan tersebut disebabkan adanya faktor mempelajari sesuatu belum waktunya,belumasanya( sekolah dibawah dari 6 tahun).dan adanya tekanan dari orang tua. Disleksia yaitu gejala psikologis yang mengkhawatirkan dalam membaca dan memahaminya,sedangkan Prokastinasi yaitu seringnmya menunda-nunda tugas,hal tersebut disebabkan oleh faktor cara pandang yang salah, dan hebitual ( kebiasaan ).
Ibu Hj.Enung Rohani, S.Pd. selaku guru kelas menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi permasalahan belajar tersebut, yaitu dengan cara mengubah atau penataan kembali lingkungan belajar siswa yang meliputi pengubahanb posisi duduk siswa dan sudah mencoba datang kepada orang tuanya, supaya memperhatikan dan dibimbing belajar dirumah.Selain itu juga guru pernbak tidak akan menaikkan kelas anak tersebut.Sampai saat ini belum ada upaya lain yang dilakukan guru tersebut,saehingga kasus tersebut belum bisa terselesaikan.
E.       Tanggapan Terhadap Usaha Yang Dilakukan Guru Untuk Mengatasi Permasalahan Belajar
Berdasarkan apa yang telah disebutkan diatas,bahwa cara untuk mengatasi permasalahan belajar tersebut belum tepat, karena apabila hanya dengan cara memindsah-mindah tempat duduk, siswa belum tentu dapat memahami sepenuhnya apa yang disampaikan atau diajarkan oleh gurunya tersebut.Apalagi kalau tidak dibarengi dengan metode-metode yang lainnya. Dan belum tentu proses pembelajaran yang telah dituju itu dapat berhasil dan terapai.
Tugas guru seharusnya mampu mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa,sehingga pengajaran yang dilaksanakan oleh guru mampu membelajarkan siswa secara fisik dan kejiwaan.Selain itu juga guru harus memperhatikan perkembangan belajar pada setiap siswa. Tidak hanya siswa yang pintar saja yang diperhatikan sementara siswa yang kurang pintar kurang adanya perhatian.
Cara yang harus dilakukan oleh guru untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya :

1.      Guru seharusnya menggunakan pendekatan, metode, dean media pembelajaran yang berpariasi sehingga tidak menimbukan kejenuhan dalam belajar.
2.      Meniptakan suasana belajar yang edukatif, kreasi dan kreatif.
3.      Memberikan motivasi baru agar siswa merasa terdorong untuk belajar lebih giat daripada sebelumnya.
4.      Mengubah atau penataan tempat duduk siswa
5.      Adanya pembelajaran yang melibatkan siswa seara langsung ( praktek ).
Kemudian untuk memahami materi yang telah diajarkan oleh guru, guru harus memberikan kesempatan untuk siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.Apabila guru hanya menerangkan materi dengan cara metode ceramah siswa akan merasa bosan dan secara tidak langsung guru tidak kreatif dan aktif.Hal ini diambil untuk mengatasi masalah belajar burnout ( kejenuhan belajar ).
Prokastinasi adalah permasalahan yang sangat kompleks pada setiap siswa, karena hal tersebut bisa dialami oleh setiap siswa.Masalah seperti ini perlu adanya penanganan khusus dari guru, namun tidak juga mengabaikan siswa lainnya.
Kemudian cara untuk mengatasi masalah belajar Prokastinasi,diantaranya:
1.      Guru harus membiasakan siswa untuk berpikir realistis dan tidak ambisius.
2.      Terapkan cara pemberian skor yang benar-benar objektif.
3.      Lakukan pengawasan yang ketat .
4.      Buatkan soal dengan perkembangan kematangan peserta didik.
5.      Berikan umpan balik atas pemberian tugas.
6.      Bersikap rasional dalam memberikan nilai.
7.      Berlaku objektif dan tgerbuka dalam pemberian nilai.
8.      Adanya kelompok belajar.
Mungkin dengan cara yang telah disebutkan diatas adalah salah satu altertnatif untuk mengatasi masalah-masalah belajar pada siswa.Selain dengan cara diatas guru juga dapat memberi hukuman yang bersifat mendidik kepada siswa yaitu dengan cara peserta didik disuruh maju kedepan satu persatu dan kemudian diberikan pertanyaan untuk di jawab.
Seberapa besar masalah belajar yang dimiliki oleh setiap siswa pasti akan ada cara untuk menyelesaikannya.




BAB III
PENUTUP

A.      Simpulan
Tingkat intelektual dan kemampuan setiap siswa itu sangat berbeda-beda.Ada yang unggul dalam bidang akademik dan adapula siswa yang unggul di bidang non akademik.Selain itu pula ada siswa yang kuat hapalannya dan adapula yang yang lemah hapalannya.
Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan penghambat kelancaran proses belajar yang dilakukan individu untuk memproleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.
Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak  dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak  mengalami masalah kesulitan belajar.
Tugas guru seharusnya mampu mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa,sehingga pengajaran yang dilaksanakan oleh guru mampu membelajarkan siswa secara fisik dan kejiwaan.Selain itu juga guru harus memperhatikan perkembangan belajar pada setiap siswa. Tidak hanya siswa yang pintar saja yang diperhatikan sementara siswa yang kurang pintar kurang adanya perhatian.








LAMPIRAN

g
Gambar 1.1 Gerbang SDN 2 Maleber
Gambar 1.2 siswa kelas IV



Gambar 1.4 Tampak depan SDN 2 Maleber
Gambar 1.5 Lorong Sekolah
Gambar 1.6 Halaman depan SDN 2 Maleber
Gambar 1.7 Ruang Kelas
Gambar 1.8 Siswa kelas IV                              Gambar 1.9 Lapangan Upacara








Tidak ada komentar:

Posting Komentar